FF // KYUMIN // GS // The Wedding // chapter 9

Title : THE WEDDING

 

Cast :

 

Lee sungmin

Cho Kyuhyun        

Victoria Song

Kim Heechul

Park Jungsoo

Kim Youngwon

Choi Siwon

 

Genre : Entah kenapa makin ke sini berasa angst (_ _”) *Menurut kalian?*

 

Rate : T

 

Genre : Romance, family,

 

Desclimer : FF ini punyaku. Semua cerita dan segala keanehan yang ada di dalam FF ini, murni hasil pemikiranku.

 

Warning : 02.30 Am Niihh,, jam tidur, mian kalo banyak Typo (_ _”)

 

 

*Chapter 9*

********The Wedding*********

            Sungmin mendudukkan dirinya di atas sofa empuk milik Kyuhyun. ekor matanya masih terpaku pada sosok jangkung Kyuhyun yang tengah sibuk mengambil air dingin dan handuk basah untuk mengopres kaki’nya. Setelah selesai dengan semua persiapannya, Kyuhyun berjalan mendekati tubuh mungil Sungmin. meletakkam baskom dan handuk’nya di lantai, kemudian mulai melepaskan jasnya. Sungmin merasakan wajahnya memanas ketika melihat Kyuhyun dengan gagahnya menyisingkan lengan kemejanya. Kemeja polos berwarna putih itu benar-benar terlihat pas menempel di tubuh Kyuhyun, hingga mau tak mau Minnie dapat melihat dada bidang Kyuhyun dengan jelas. #Mimisan T___T

            Kyuhyun berjongkok di hadapan Sungmin, mengompres pergelangan kaki Sungmin yang mulai terlihat sedikit membengkak. Sesekali Sungmin menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Walaupun Kyuhyun telah berusaha memijit pergelangan kaki sungmin dengan gerakan yang sangat lembut, tetapi tetap saja itu terasa sakit bagi Sungmin.

Tahan sedikit, jangan terus berjingkat seperti itu. Aku’kan menyentuh’mu dengan lembut?” Ucap Kyuhyun yang lebih mirip dengan dengusan kesal di telinga Sungmin.

Tapi tetap saja itu sakit.” Rengek Sungmin sembari mempout’kan bibirnya imut. Kyuhyun tersenyum simpul melihat ekspresi imut Sungmin. Tanpa sadar, Kyuhyun meraih pipi elastis Sungmin dan menariknya gemas.

Aigooo,, kyeopta…^^” Goda Kyuhyun sembari memamerkan senyuman menawan khasnya.

Deg’

            Sungmin meremas baju bagian depannya. Lagi-lagi debaran itu datang dan mengusiknya. Semakin Sungmin berusaha mengalihkan pandangnnya dari Kyuhyun, maka semakin besar pula keinginannya untuk terus mengamati sosok indah Kyuhyun. Sampai akhirnya Sungmin menyerah pada kehendak hatinya dan memilih untuk terus mengamati tiap jengkal tubuh dan wajah Kyuhyun.

Aku tahu aku tampan dan sexy, tidak perlu menatapku dengan tatapan horny seperti itu.” Canda Kyuhyun yang terang saja membuat wajah Sungmin seperti terbakar menahan malu.

Er,, Aku tidak… menatapmu.” Desis Sungmin sembari menundukkan kepalanya dalam.

Apanya yang tidak? Terlihat jelas di matamu.” Ledek Kyuhyun sembari menyentuh lembut hidung Sungmin.

            Hening, keduanya hanya saling menatap dalam diam. Mata foxy itu sekali lagi berhadapan dengan mata obsidian Kyuhyun. Saling menyelami keindahan manik mata terindah yang pernah mereka lihat. Perlahan Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah chubby Sungmin, mencoba mengeliminasi batas jarak yang memisahkan mereka. Sungmin merasakan tubuhnya menegang seketika, Pikirannya memerintahkan dia untuk menghindar dari Kyuhyun, tetapi hatinya? Hatinya bahkan meminta dia untuk tetap pasrah dan diam di tempat. Semakin dekat, kini tatapan Kyuhyun telah berpindah ke lain titik di wajah Sungmin.

~chu~

            Kyuhyun memejamkan kedua matanya. Menyesap aroma Vanilla-Strawberry yang selalu membuatnya ketagihan, bahkan kini Kyuhyun seperti bisa merasakan aroma itu di dalam mulutnya. Dengan lembut Kyuhyun melumat bibir lembut nan basah milik Sungmin. mengulumnya tanpa berusaha mendominasi. Bergerak lembut untuk mengekspresikan debaran aneh yang selalu dia rasakan ketika berada di dekat yeoja bermata kelinci itu.

Emmpphhhh..” desahan lembut tanpa sadar keluar dari bibir mungil Sungmin. Suara kecipak saliva mereka semakin menambah intensitas lumatan Kyuhyun di atas bibir Sungmin, memberikan kesan eksotis yang lebih memabukkan dari wine jenis manapun. Hingga kebutuhan akan oksigen’lah yang membuat mereka terpaksa melepaskan tautan indah nan romantis tersebut.

            Sungmin menundukkan kepalanya semakin dalam, mata kelincinya tak berani menatap wajah stoic Kyuhyun. Entah karena terlalu malu atau menyesal, Sungmin bahkan tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan perasaannya.

            Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin perlahan, menempelkan dahi’nya di atas dahi Sungmin, merasakan kembali aroma nafas Sungmin yang berhembus lembut meyentuh pori-pori wajahnya.

Mianhae.” Ucapnya lirih tanpa melepaskan tautan di dahi mereka.

            Sungmin menatap intens kedalam mata kecoklatan milik Kyuhyun. Sakit, itulah yang Sungmin rasakan manakala melihat raut wajah penuh penyesalan yang diperlihatkan Kyuhyun. Kyuhyun menyesal telah menciumnya, lalu apa arti ciuman yang tadi diberikannya? Apa Kyuhyun membayangkan Victoria ketika menciumnya tadi?

            Sungmin merasakan matanya mulai memanas. Bagaiamana mungkin dia sempat menikmati ciuman Kyuhyun jika ternyata Kyuhyun menyesalinya. Sungmin merasa malu pada dirinya sendiri, merasa malu pada Kyuhyun. Demi Tuhan, ingin rasanya Sungmin mati saat itu juga.

Minnie-ya,, Gwaenchana?”

Sungmin mendongakkan kepalanya ke atas, mencoba menahan agar air matanya tak jatuh di depan Kyuhyun.

Ne,, gwaenchana.” Balasnya masih enggan menatap Kyuhyun.

            Kyuhyun benar-benar menyesal telah lepas kendali. Dia bukan bermaksud membuat Sungmin sedih, Kyuhyun hanya tak bisa menahan hasratnya ketika ada di dekat Sungmin. Bukan Kyuhyun ingin melecehkan Sungmin namun perasaan yang terus melesak dalam dadanya’lah membuat pikirannya tak bisa berpikir jernih. Dia hanya ingin menunjukkan pada Sungmin bahwa dia benar-benar telah jatuh kepadanya.

Sungmin menarik nafasnya dalam berusaha menutupi segala kesakitan dan kekecewaan yang mendera bathin’nya. Dengan langkah tertatih Sungmin bangkit dan meninggalkan Kyuhyun yang masih memendam rasa penyesalan dalam hatinya. Rasa penyesalan yang tentu saja berbeda dengan rasa penyesalan menurut presepsi Sungmin.

Kyuhyun menggembungkan pipinya sembari terus mencengkram handuk yang ada di tangannya. Kepala terasa berat seperti akan meledak. Kyuhyun memejamkan kedua kelopak matanya erat ‘Harusnya aku tidak mencium’nya tadi’ Bathin Kyuhyun kesal. ‘Kalau begini, dia akan semakin membenciku. Aiishhhh,,, lalu bagaimana aku bisa mendapatkannya?’

Paboya,, jeongmal Paboya!” Desis Kyuhyun sembari memukul-mukul kepalanya frustasi.

********The Wedding*********

            Hampir seharian Sungmin mengurung dirinya di dalam kamar Kyuhyun. Air mata yang biasanya jarang keluar dari sudut mata foxy’nya, kini terus keluar tanpa bisa dia tahan. Entah sudah berapa tetes air mata yang dia tumpahkan hanya untuk seorang Cho Kyuhyun. Rasanya hampir tidak bisa untuk dihitung.

Jika beratanya siapa yang salah di sini, maka jawabannya tidak ada. Sungmin hanya menyesali apa yang telah dia rasakan kepada Kyuhyun. Rasa itu tidaklah seharusnya tumbuh dalam hatinya. Tidak boleh.

‘Tapi bukankah Sungmin sempat berpikir bahwa Kyu juga mencintainya?’

            Sungmin menarik nafasnya berat, mengadahkan kepalanya menatap langit-langit kamar Kyuhyun. Mungkin dia salah, Kyuhyun tidaklah mencintainya. Mungkin Kyuhyun hanya menganggap Sungmin sebagai kakak dari calon istrinya, jika boleh di bilang seperti itu. Atau mungkin ciuman itu hanya karena Sungmin sedikit mirip dengan Victoria. Mungkin Kyuhyun merindukan Victroria saat ini dan melampiaskannya kepada Sungmin. Terdengar kejam memang, tetapi karena itulah Sungmin menangis. Membayangkan dirinya hanya menjadi pelampiasan, entah kenapa rasanya dia ingin mati saja.

Minnie-ya,, Keluarlah makan. Kau sudah seharian berada di kamar.” Teriak Kyuhyun dari luar kamar.

            Sungmin masih tak bergeming dari tempatnya. Mata sembabnya sibuk memandang ke luar jendela, mengabaikan suara Bass Kyuhyun yang terus berteriak memanggilnya.

Minnie-ya,, Jangan membuatku cemas. Kau sedang apa di dalam?”

……”

           Kyuhyun menjambak rambutnya frustasi. Terang saja dia cemas, terakhir kali dia melihat Sungmin, dia terlihat sangat kacau. Kyuhyun tidak tahu semarah apa Sungmin padanya. Tetapi kali ini dia benar-benar merasa sangat khawatir.

Minnie-ya,, aku hitung sampai tiga, kalau kau tida membuka pintu. Aku akan mendobraknya saat ini juga.”

Hana”

“…….”

“Dul” Kyuhyun mulai bersiap mendobrak.

Set”

Krieeeetttt!!” Sungmin menyembulkan kepalanya menemui Kyuhyun.

Aku sudah di sini, tidak perlu berteriak.” Ucap Sungmin datar kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih cengo’.

            Sungmin menuju ke dapur dorm Kyuhyun, mencari sesuatu yang menurutnya bisa dimakan.

Kau mau apa?” Tanya Kyuhyun membuat Sungmin menghentikan kegiatannya sejenak.

Tidak ada makanan di sini.” Ucap Sungmin masih dengan nada datarnya. Mata kelincinya berusaha sebaik mungkin untuk menghindari kontak mata dengan Kyuhyun.

Siapa bilang kita akan makan di sini? Kita makan di luar”

“Apa sebaiknya aku belanja di supermarket ya?” Gumam Sungmin mengabaikan Kyuhyun.

Kyuhyun mendelik kesal, menyebalkan sekali diabaikan oleh orang yang setengah mati kau khawatirkan, “Ya,, Lee Sungmin. Kubilang kita makan di luar. Kau mengharapkan belanja di mana? Ini area pembangunan proyek. Supermarket jauh dari sini.”

Ehm,, lebih baik aku kembali tidur, aku belum begitu lapar.”

“Sreeetttt!!” Kyuhyun menarik lengan Sungmin, memaksa Sungmin berbalik dan menatap matanya.

Kau kenapa hm? Masih marah? Membenciku? Apa maumu Lee Sungmin?” hardik Kyuhyun kasar.

Sungmin melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun di lengannya, mata foxy’nya menatap tajam tepat ke dalam mata Kyuhyun, “Lepaskan aku.” Ucapnya dingin.

Kyuhyun kembali meraih lengan Sungmin, bahkan mencengkramnya lebih erat kali ini, “Andwae. Kau lupa perkataanku tadi? Kau adalah tanggung jawabku tidak akan kubiarkan kau~”

“Aku bukan tanggung jawabmu Tuan Cho Kyuhyun. Kau lupa bahwa aku kemari untuk meminta maaf darimu. Dan sepertinya kau tidak berniat untuk memaafkan Victoria. Jadi aku rasa tidak ada gunanya lagi aku tetap disini. Karena itu Tuan yang sok bertanggung jawab, malam ini juga aku pulang ke Seoul.” Hardik Sungmin memotong perkataan Kyuhyun.

Kyuhyun terhenyak mendengar ucapan Sungmin cengkraman tangannya’pun mulai terlepas sejalan dengan berlalu’nya Sungmin meninggalkannya.

Andwae,, Dia tidak boleh pergi. Belum, ini belum saat’nya’

            Kyuhyun berjalan mendekati kamar yang sebelumnya menjadi kamarnya. Mata obsidiannya menatap sosok mungil Sungmin yang tengah berkemas mengepak semua pakaiannya. Kyuhyun berdiri tepat di depan Sungmin, dengan lembut Kyuhyun meraih jemari mungil Sungmin.

Mianhaeyo.” Lirih Kyuhyun sembari terus menggenggam tangan Sungmin, mencegahnya untuk terus memasukkan barang-barangnya kedalam koper.

Sungmin menarik nafasnya berat, “Kau tidak salah. tidak perlu minta maaf kepadaku. Aku memang ingin segera pergi dari sini.”

Kyuhyun menautkan kedua alisnya, ‘Ternyata menghadapi Sungmin lebih sulit ketimbang menghadapi yeoja manapun.’

“Tapi aku merasa aku telah melukaimu Minnie-ya.” Impuls Sungmin menghentikan aktifitasnya dan balik menatap Kyuhyun yang terlihat begitu menyesal. Mau tak mau Sungmin merasa tidak tega pada Kyuhyun. Toh, ini semua memang bukanlah salah Kyuhyun. dia yang terlalu terluka dan takut untuk lebih lama bersama dengan Kyuhyun.

Makanlah dulu Minnie-ya. Setelah itu jika kau mau pergi. Aku janji tidak akan menghalangimu. Bagaimana, hm? ” Sungmin tampak ragu-ragu, namun sedetik kemudian dia menganggukkan kepalanya setuju yang terang saja membuat Kyuhyun sedikit merasa lega. Setidaknya Sungmin mau makan terlebih dahulu.

********The Wedding*********

            Kyuhyun dan Sungmin melangkahkan kaki mereka bersamaan. Kyuhyun sedikit memapah Sungmin mengingat pergelangan kaki Sungmin masih bengkak dan terasa sakit jika digerakkan. Sesekali Kyuhyun nampak tersenyum kearah Sungmin seolah ingin menunjukkan pada Sungmin bahwa dia sangat peduli padanya. Bohong jika Sungmin tidak merasakan hal tersebut, tetapi sayangnya Sungmin terlalu naif unutk mengakuinya, atau mungkin terlalu takut. Takut jika dia akan jatuh semakin dalam kepada Kyuhyun.

Pelan-pelan Min. aku memegangmu.” Ucap Kyuhyun lembut sembari memegang erat lengan Sungmin dan menuntunnya menaiki tangga restorant.

Ahh,, Kyuhyun Hwijang-nim. Kami sudah menunggu Anda, Selamat datang.” Sapa Mr. Kim menyambut KyuMin.

Kyuhyun hanya memamerkan senyuman tulusnya tanpa berniat menghiraukan Mr. Kim. Saat ini dia tengah berkonsentrasi pada Yeoja yang tengah diapitnya (?).

Oww,, kami tidak tahu jika Kyuhyun Hwijangnim akan datang bersama dengan Nyonya Cho ^^. Selamat datang Nyonya Cho.” Sungmin hanya cengo’ dibuatnya.

Eh,, Aku Bu~”

“Ahh,, yayayaya.. perkenalkan ini Istriku. Cho Sungmin.” Ucap Kyuhyun lantang sembari melirik sekilas kearah Sungmin.

Mwo? Kyuh~”

“Sssttt,, diamlah, aku begini untuk melindungimu. Apa yang akan mereka pikirkan tentangmu jika mereka tahu kau menginap di dormku sementara kita bukan suami-istri? Lagipula kita memang sudah menikah kan?” Goda Kyuhyun sembari memamerkan seringaiannya.

Tapi itu semua hanya rekayasa.” Bisik Sungmin sebisa mungkin pelan

Sudah, diam saja. Nikmati saja makan malammu. Ayo!” Ajak Kyuhyun sembari menyodorkan telapak tangannya pada Sungmin.

Sungmin menatap telapak tangan Kyuhyun ragu-ragu, canggung sekali rasanya harus berpura-pura menjadi istri Kyuhyun sekali lagi. Namun melihat senyum Kyuhyun yang begitu hangat, mau tak mau membuat Sungmin tanpa ragu meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat.

********The Wedding*********

Kyuhyun begitu larut menikmati makan malam bersama dengan para pegawainya. Gelak tawa tiada henti mewarnai perbincangan mereka. sesekali Kyuhyun ikut tertawa sembari meneguk wine yang ada di depannya. Sungmin mempoutkan bibirnya sebal. Suasana ramai seperti ini, entah kenapa membuat Sungmin justru merasa sangat kesepian.

Sungmin mengedarkan pandangannya di sekitar tempat duduknya. Sampai kemudian ekor matanya mendapati seorang namja jangkung lain tengah duduk sendirian sembari menikmati wine’nya. Sungmin melirik kearah Kyuhyun yang seperti telah melupakan keberadaan Sungmin. Perlahan Sungmin bergerak menjauh dari kerumunan itu dan menemui Siwon. Sungmin merasa tidak enak padanya tentang kejadian siang tadi. Setidaknya dia harus minta maaf kepada namja berlesung pipi tersebut.

Ehm,, boleh aku duduk?” Tanya Sungmin mengejutkan Siwon, Impuls Siwon mendongak dan mendapati wajah Aegyo Sungmin tengah ramah menatapnya.

Tentu, duduklah di sini.” Balas Siwon ramah kemudian mulai menuangkan wine’nya ke dalam gelas Sungmin.

eh? Chateau Petrus Pomerol 1998, Kau punya selera yang bagus.” Siwon mendongakkan kepalanya tak percaya.

Kau tahu?” Tanyanya excited. Sungmin hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan Siwon, sepertinya ini bukan pertama kalinya orang memuji pengetahuannya tentang minuman beralkohol yang satu itu.

“Wine termahal yang pernah ada, bahkan JF Kennedy mantan presiden Amerika’pun menyukainya. Memiliki warna merah tua yang eksotik dan aroma buah plump dan berry yang menyegarkan, tapi setelah kau meneguknya, kau bisa merasakan aroma mocha di dalam mulutmu. Benar-benar rasa yang menarik” Ucap Sungmin mendeskripsikan Wine yang baru saja di teguknya. Siwon tak bisa menutupi kekagumannya pada sosok yang baru dikenalnya tersebut. bukan hanya paras yang cantik, tetapi ternyata yeoja bermata kelinci itu benar-benar berpengetahuan luas.

Kau bahkan tau lebih banyak dari pada aku. Benar-benar mengesankan.”

Sungmin hanya tersenyum singkat kemudian kembali meneguk wine’nya. “Keundae Siwon-ssi~”

“Panggil aku Siwon. Aku bahkan telah memanggilmu dengan sebutan Minnie ^^.” Ucap Siwon menginstrupsi kata-kata Sungmin.

Joha, Siwonnie ^^. Aku hanya ingin minta maaf padamu. Sikap Kyuhyun benar-benar keterlaluan.” Ucap Sungmin mendengus kesal mengingat kejadian yang melibatkan Siwon siang tadi.

Gwaenchana,, Dia hanya cemburu. Aku bisa memahaminya.” Balas Siwon sambil sesekali meneguk habis Wine yang ada di dalam gelasnya.

Mwo? Cemburu? Ya,, musun iriya? Kyuhyun mana mungkin~” Sungmin tak sanggup meneruskan kata-katanya.

Wae? Apa itu aneh? Bukankah kalian baru saja menikah?”

Sungmin menggigit bibir bawahnya bingung, haruskah dia berterus terang pada Siwon bahwa dia bukan istri Kyuhyun? Tapi untuk apa? Bukankah itu malah akan menyulitkannya? Sa,a seperti yang diucapkan Kyuhyun kepadanya. Lebih baik berpura-pura saja jadi istrinya.

Minnie-ya?? Kau melamun?” Sontak Sungmin kembali mendongakkan wajahnya menghadap Siwon.

Aniya,, Ehm,, kundae. Tadi siang kau berkata bahwa aku mirip dengan seseorang. Nuguya? No Yeoja Chinggu?”

Siwon tersenyum simpul sembari mengacak rambut Sungmin pelan, “Aniya,, kau sangat mirip dengan Nae Dongsaeng.”

JJinja? Dimana dia sekarang? Aku ingin melihat seberapa miripnya kami.” Desak Sungmin antusias.

Kalian sangat mirip. Mata bulat, pipi Chubby, gigi kelinci. Setiap melihatmu aku pasti teringat padanya. Ah,, tawa kalian juga sangat mirip.” Ucap Siwon sembari tersenyum hambar menahan getir di dadanya.

Hajiman, Adikku telah meninggal setahun yang lalu.” Impuls Sungmin membulatkan matanya tak percaya.

Josonghamnida. Nan moragesseo.”

Siwon kembali meneguk kasar wine’nya hingga habis, “Gwaenchana, Aku hanya menyesal. Karena terlalu cepat berpisah dengannya. Aku belum sempat mewujudkan impiannya untuk pergi keliling dunia.”

“Kau pasti sangat menyayangi adikmu”

Ne,, aku sangat menyayanginya. Aku akan lakukan apapun untuk membahagiakannya. Bagaimanapun aku adalah seorang Oppa. sudah menjadi tugasku unutk melindungi adikku.”

“DEG”

            Sungmin terhenyak mendengar ucapan Siwon. Matanya tiba-tiba saja terasa panas. Sungmin menekan dadanya kuat-kuat. Jantungnya mendadak terasa amat sakit dan berdenyut nyeri. Seperti ada sebuah sembilu berkarat yang telah menembus jantungnya. Bayangan Victoria tiba-tiba saja terus berputar di kepalanya. Victoria yang lemah dan tak berdaya, Victoria yang begitu terluka karena namja yang juga terus mengusik hidupnya, Victoria yang memang sudah seharusnya dia lindungi, karena dia adalah seorang ‘Eonny’    

            Sungmin menatap kearah meja Kyuhyun. Tanpa sadar, buliran bening air matanya telah jatuh membasahi pipinya. Pantaskah dia sekarang berada di sini? Memandangi orang yang amat dicintai oleh adiknya. Berekatan dengan calon suami adiknya sementara adiknya sendiri entah bagaimana kabarnya.

Minnie-ya, gwaenchana?” Tanya Siwon cemas melihat ekspresi Sungmin yang mendadak berubah.

Gwaenchana Wonnie-ya.” Desis Sungmin sembari menghapus kasar air matanya kemudian melemparkan senyuman terpaksanya di depan Siwon.

Kau menangis? Mianhae. Apa ceritaku membuatmu menangis?” Sungmin menatap Siwon sekilas kemudian meraih gelas wine’nya dan meneguknya kasar.

Josonghamnida Wonnie-ya. Aku harus pergi sekarang.” Ucap Sungmin kemudian beranjak dari tempatnya, meninggalkan Siwon yang masih tercengang kebingungan.

            Kyuhyun melihat sekelebat bayang Sungmin meninggalkan restoran dengan tertatih. Tanpa banyak bicara Kyuhyun’pun ikut bangkit dan mengejar Sungmin yang mulai tak terlihat sosoknya.

Apa yang terjadi?” Gumam Kyuhyun penuh tanda tanya.

********The Wedding********* 

BLAAAAAM” Sungmin membanting pintu kamar Kyuhyun keras-keras. Tak peduli sekitar ruangan bercat biru itu ikut bergetar akibat bunyi debaman pintu. Sungmin melemparkan tas tangannya ke sembarang arah. Tangisnya pecah mengingat percakapannya dengan Siwon beberapa menit yang lalu. Sungmin menjambak rambutnya kesal. Sungmin marah pada dirinya sendiri, marah kepada hatinya, marah kepada pikirannya, marah pada semua perasaannya kepada Kyuhyun.

            Sungmin menatap bias wajahnya yang terpantul di meja rias Kyuhyun. Lagi, perasaan yang menyudutkan dirinya itu kembali datang menyelimuti hatinya. Samar, Sungmin tiba-tiba melihat bayangannya berubah menjadi bayangan Victoria,

Pengkhianat” Ucap bayangan tersebut sembari menunjuk Sungmi

Kau pengkhianat LEE SUNGMIN!”

“Andwae”

“Kau pengkhianat, Aku bukan pengkhianat, Kau pengkhianat, Aku bukan pengkhianat, Kau pengkhianat”

“DIAAAAAAAAAMMMMMMMM!”

“Pyaaaaaaaar!” Sungmin melemparkan sepatunya kearah cermin. Tubuhnya seketika melemas ketakutan. Sepertinya wine yang diminumnya telah membuat Sungmin benar-benar lepas kendali saat ini.

Minnie-ya,, gwaenchana?”

            Kyuhyun berlari kearah Sungmin dan berusaha membantunya berdiri. Tubuh Sungmin bergetar hebat seperti tengah ketakutan. Kyuhyun mendekap tubuh Sungmin erat.

Apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun cemas, sembari sesekali mencium pucuk kepala Sungmin.

Aku takut Kyu, Aku sangat takut. Aku bukan pengkhianat.” Isak Sungmin dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun membulatkan matanya tak mengerti, perlahan Kyuhyun menarik tubuh Sungmin dalam dekapannya, berusaha mencari focus dari pandangan Sungmin agar mau menatapnya “Apa maksudmu Min? Siapa yang pengkhianat?” Tanya Kyuhyun kebingungan.

Sungmin menatap lekat manik mata Kyuhyun, “Aku mencintaimu Kyu. Aku menjadi pengkhianat karena mencintaimu.”

.

.

.

TBC

 

2700 kata lebih. Masih kurang panjang kah??

Ayolaaah,,, aku gag pengen bikin kalian bosen.

Mian kalo chapt ini masih gag lebih bagus dari pada chapt kemarin T_______T

 

Next chapt, ada NC bagus gag ya?? *muka mikir*

 

 

News Flash :

 

Ah,,, soal wine ^^

Wine itu memang ada, rasanya ehm,, karena aku gag pernah minum jadi gag tau (_ _”)

Aku dapet sumber dari internet ^^

 

Chateau Petrus Pomerol 1998, itu wine dari perancis ^^

Diproduksi di daerah Bordeaux

Terbuat dari anggur jenis Merlot, Cabernet Franc, Cabernet Sauvignon dan Malbec.

salah satu anggur yang memiliki tingkat konsentrat cukup tinggi.

Usia anggur ini antara 10-20 tahun

Weeeeeeeeewww.. gag heran ini anggur mahal to the max

 

About these ads

About quint137shipper

my name is Isungyi and also known as billy quint i'm a young lady who love SUPER JUNIOR so much My bias is Sungmin, just Sungmin.. ^^ i'm a Kyumin shipper.. I love Pink i hate fanwar, but i hate you more if you hate suju i'm moodswing Welcome to my world Bashing is not allowed here if you hate my FF just go away! Lihat semua pos milik quint137shipper

54 responses to “FF // KYUMIN // GS // The Wedding // chapter 9

Thanks for reading and keep review please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.310 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: